Busi Cepat Aus atau Basah, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Ruang Bakar?

icon 6 April 2026
icon Admin

Berfungsinya suatu kendaraan didukung oleh performa busi. Komponen tersebut sebagai pemicu terjadinya pembakaran antara campuran bensin dengan udara di ruang bakar. 

Percikan tersebut menjadi penentu apakah mesin kendaraan dapat bekerja secara optimal atau tidak. 

Namun seperti komponen lainnya, busi juga bisa mengalami perubahan kualitas. Dua kasus contoh perubahan tersebut adalah busi cepat aus atau basah. Ada berbagai faktor yang menyebabkan kondisi tersebut. Apa saja? Silakan simak informasi di bawah ini.

Penyebab-Penyebab Busi Cepat Aus atau Basah 

Karena perannya yang krusial dalam performa kendaraan, maka Anda harus memahami penyebab bermasalahnya komponen busi agar dapat mencegah kerusakan lebih besar. Berikut beberapa penyebab busi cepat aus atau basah:

  1. Penggantian Busi Terlalu Lama 

Salah satu penyebab busi cepat aus adalah interval penggantian yang terlalu lama. Setiap busi mempunyai usia pakai. 

Jika tidak diganti sesuai dengan jadwal, maka elektroda akan menipis dan percikan api melemah. Akibatnya performa mesin menjadi turun.  

  1. Banyak Bahan Bakar 

Berdasarkan Air Fuel Ratio atau AFR, perbandingan untuk BBM dan udara adalah 1:14. Ketika udara ada di level lebih rendah dari 14, maka terjadi kondisi yang dinamakan banjir BBM. 

Bagi mesin, kondisi tersebut tidak berpengaruh. Namun, bisa menyebabkan boros bahan bakar. Selain itu, busi akan basah sehingga menyebabkan sistem pengapian terganggu. 

Untuk itu Anda perlu melakukan pengaturan ulang karburator agar perbandingannya menjadi ideal. 

  1. Terpapar Rembesan Oli Mesin 

Terjadinya kebocoran pada oli dikarenakan seal klep yang bocor, tergoresnya boring, keausan pada piston, dan melemahnya ring piston. 

Akhirnya pembakaran tercampur dengan oli, menghasilkan asap putih. Untuk mengatasinya, Anda perlu memperbaiki piston. 

  1. Penggunaan Bahan Bakar Berkualitas Rendah 

Penyebab selanjutnya adalah penggunaan bahan bakar yang berkualitas rendah. Biasanya bahan bakar tersebut sudah terkontaminasi dengan berbagai kotoran.

Sehingga bisa menyebabkan berbagai masalah pada busi. Kualitas bahan bakar pun rendah dan akan menempel di busi. Sehingga busi mobil menjadi basah. 

  1. Busi yang Dipasang Tidak Sesuai Standar 

Mesin kendaraan yang punya performa tinggi membutuhkan busi berkualitas. Apabila mesin mobil sudah bagus, tetapi busi yang digunakan tidak sesuai standar, maka pembakaran pada mesin pun tidak bisa terjadi secara maksimal. 

Saat busi berkualitas rendah digunakan pada mesin performa tinggi, maka api yang keluar akan terlalu kecil dan tidak bisa memenuhi kebutuhan mesin. 

Akhirnya pembakaran tidak bisa terjadi secara optimal. Bahkan meninggalkan sisa di area elektroda busi. Akhirnya busi Anda menjadi basah. 

  1. Kerusakan pada Beberapa Komponen 

Penyebab busi cepat aus dan basah selanjutnya berasal dari kerusakan serta keausan komponen-komponen berikut:

  • Karet seal busi: Oli akan masuk ke lubang busi 

  • Seal klep: Oli masuk ke ruang pembakaran mesin 

  • Ring piston dan dinding silinder: Sisa oli menempel di dinding silinder dan tidak bisa kembali ke area bak penampungan 

  • Gasket kepala silinder: Oli merembes ke area ruang pembakaran

  1. Filter Udara yang Sudah Kotor 

Kotornya filter udara bisa disebabkan karena kotoran dan debu yang menumpuk terlalu lama. Kotoran tersebut kemudian membentuk gumpalan yang bisa mengendap di permukaan filter udara. 

Akhirnya udara yang akan masuk ke intake pun terhalang. Karena saluran intake tersumbat, maka level vakum yang ada di karburator makin besar. Untuk mengatasinya Anda harus membersihkan filter udara. 

Dengan mengetahui berbagai penyebab busi cepat aus atau basah, Anda bisa mengantisipasinya sebelum kejadian. 

Maka dari itu pastikan melakukan perawatan rutin di bengkel resmi Suzuki. Kunjungi http://suzukimobil-papuabarat.co.id  dan dapatkan jadwal servis mobil Anda.